Dampak Liga 1 2020 Ditunda, Arema FC Alami Defisit Anggaran, Manajemen Janji Tetap Bayar Gaji Pemain
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Dampak penundaan kompetisi Liga 1 2020 sangat dirasakan tim Arema FC.
Kini, manajemen Arema FC harus memutar otak untuk mencari solusi bagaimana supaya tetap lancar membayar gaji para pemain dan staf pelatih di tengah kondisi subsidi yang tak kunjung cair.
"Klub mengalami defisit anggaran yang sangat berat karena subsidi 25 persen itu baru turun sekitar Februari mendatang," kata media officer Arema FC, Sudarmaji, Kamis (5/11/2020).
"Padahal mayoritas klub sudah melakukan perpanjangan kontrak kepada pemain sejak November ini," lanjutnya.
"Kami berharap pembayaran subsidi tetap direalisasikan. Jika dibayarkan Februari itu akan membuat kondisi klub semakin buruk," sambung dia.
Seperti diketahui, dalam surat pemberitahun yang beberapa waktu lalu dikirim ke semua klub Liga 1 2020, karena lanjutan kompetisi Liga 1 ditunda sampai Februari 2021 mendatang, PT LIB memastikan ada pemangkasan sebesar 75 persen nilai subsidi bagi klub.
Yang semula klub bisa mendapat subsidi dari PT LIB sebesar Rp 800 juta tiap bulannya, kini hanya mendapat Rp 200 juta.
Tak sampai di situ, selain dipotong 75 persen, klub juga baru bisa mendapat pencairan dana subsidi setelah kompetisi dimulai.
Praktis, kini klub hanya dapat mengandalkan dana dari owner untuk membayar gaji pemain dan tim pelatih.
Meski diakui mengalami defisit anggaran, manajemen Arema FC memastikan tetap akan membayarkan gaji para pemain dan pelatih.
"Kami tetap akan menggaji pemain dan pelatih," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.
"Kalau ada yang tanya uangnya dari mana, ya terpaksa pakai uang owner lagi sementara ini, karena subsidi LIB belum cair," lanjut dia.

Komentar
Posting Komentar